Pages

Senin, 12 September 2011

Adakah dikotomi ilmu pengetahuan dalam Islam ?



Alquran dan al-Sunnah sesungguhnya tidak membedakan antara ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum. Yang ada dalam Alquran adalah ilmu. Pembagian adanya ilmu agama Islam dan ilmu-ilmu umum adalah merupakan hasil kesimpulan manusia yang mengidentifikasi ilmu berdasarkan objek kajiannya. [1]
Semua ilmu yang ada pada hakekatnya berasal dari Allah, karena sumber-sumber ilmu tersebut berupa wahyu, alam jagat raya (termasuk hukum-hukum yang ada di dalamnya), manusia dengan perilakunya, akal pikiran dan intusi batin seluruhnya ciptaan dan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia. Dengan demikian, para ilmuan dalam berbagai bidang ilmu tersebut sebenarnya bukan pencipta ilmu tetapi penemu ilmu, penciptanya adalah Tuhan. Atas dasar tauhid tersebut maka seluruh ilmu hanya dibedakan dalam nama dan istilahnya saja, sedangkan hakekatnya dan substansi sebenarnya berasal dari Tuhan. Atas dasar pandangan ini, maka tidak ada pandangan dikotomis yang mengistimewakan antara ilmu atas ilmu yang lain.[2]

Tafsir QS. At Taubah ayat 122


KEWAJIBAN BELAJAR MENGAJAR AGAMA
QS. AT-TAUBAH AYAT 122


  1. Ayat dan Terjemahannya


Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.[1]

  1. Asbabun Nuzul
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari ‘Ikrimah’ bahwa ketika turun ayat, “Jika kami tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih...” (at-Taubah:39)—padahal waktu itu sejumlah orang tidak ikut pergi berperang karena sedang berada di padang pasir untuk mengajar agama kepada kaum mereka—maka orang-orang munafik mengatakan, -- “Ada beberapa orang di padang pasir tinggal (tidak berangkat perang). Celakalah orang-orang padang pasir itu”. Maka turunlah ayat, “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang).... 
Ia meriwayatkan dari Abdullah bin Ubaid bin Umair, katanya, “Karena amat bersemangat untuk berjihad, apabila Rasulullah mengirim suatu regu pasukan, kaum muslimin biasanya ikut bergabung ke dalamnya dan meninggalkan Nabi saw di Madinah bersama sejumlah kecil warga. Maka, turunlah ayat ini.[2]

Rabu, 17 Agustus 2011

Lafadz Allah yang sangat menakjubkan

Lihat 3 titik pada gambar (kaligrafi Allah) selama 10 detik atau lebih (konsentrasi!) terus liat ke tembok putih, terus mata kedip-kedip. Maka keajaiban akan muncul !
Apa yang anda lihat? Please Coment ya....

Senin, 08 Agustus 2011

Tujuan Pendidikan Islam


PENDAHULUAN


Islam sangat memperhatikan pendidikan. Di dalam Islam, tujuan pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha membentuk kepribadian manusia sesuai dengan nilai- nilai yang terdapat dalam masyarakat dan Negara. Selain itu pendidikan harus dipahami secara universal, sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik melalui bimbingan, pengajaran, dan latihan untuk membantu peserta didik dalam menjalankan proses pemanusiaan menuju pribadi yang dewasa, yakni sosok manusia yang terisi secara penuh bekal pengetahuan serta memiliki integritas moral atau akhlak yang tinggi dan berkaitan dengan pendidikan ini.
 Komponen yang paling bermakna dalam proses pendidikan adalah pendidik, peserta didik, metode, dan materi, akan tetapi yang paling diutamakan adalah tujuan pendidikan karena hal tersebut merupakan inti agar peserta didik bisa diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasy dalam Kitab Al Tarbiyah Al Islamiyah wa Falaasifatuha merumuskan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah mencapai akhlak yang sempurna. Pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam, dengan mendidik akhlak dan jiwa mereka, menanamkan rasa fadhilah (keutamaan), membiasakan mereka dengan kesopanan yang tinggi, mempersiapkan mereka untuk suatu kehidupan yang suci seluruhnya ikhlas dan jujur. Maka tujuan pokok dan terutama dari pendidikan Islam ialah mendidik budi pekerti dan pendidikan jiwa.


 
Blogger Templates