Pages

Senin, 25 Oktober 2010

PENDIDIK HARUS MENGUTAMAKAN PRINSIP
MEMOTIVASI DAN MEMUDAHKAN

PENDAHULUAN

Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama dalam pendidikan. Pendidik adalah pembimbing, pengarah yang biasa disebut dengan guru. Berkaitan dengan hal tersebut, maka peran guru sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru atau pendidik memiliki peranan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa serta membantu memecahkan kesulitan siswa terutama dalam kegiatan pembelajaran.
Seorang guru harus mampu memberi motivasi kepada anak didiknya dan alangkah baiknya seorang pendidik memudahkan anak didiknya dalam pembelajaran serta jangan mempersulit. Jika seorang guru mampu memberi motivasi, memudahkan dan tidak mempersulit maka anak didiknya akan merasa senang dan mudah dalam memahami pelajaran.




PEMBAHASAN

A. Hadits tentang pendidik harus mengutamakan prinsip memotivasi dan memudahkan

1. Hadits

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِهِ فِي بَعْضِ أَمْرِهِ قَالَ بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا
2. Mufrodat
بَشِّرُو              : kabar gembira
وَلَا تُنَفِّرُو         : dan janganlah kamu menimbulkan antipati
يَسِّرُو              : mudah
لَا تُعَسِّرُوا        : jangan mempersulit

3. Terjemahan
Dari Abu Musa beliau berkata, “ Rasulullah SAW apabila mengutus salah satu orang sahabatnya untuk mengerjakan sebagian perintahnya selalu berpesan “ Sampaikan berita gembira oleh kalian dan janganlah kalian menimbulkan rasa antipati, berlaku mudahlah kalian dan janganlah kalian mempersulit “.

B. Maksud Hadits
Untuk melaksanakan sebagian perintah Rasulullah SAW dalam menyampaikan berita gembira/baik janganlah menimbulkan antipati, dan bersikap memudahkan dan jangan mempersulit, berita gembira dapat pula diartikan sebagai pelajaran atau materi pelajaran, dan hadits ini berkaitan dengan seorang pendidik harus memotivasi serta memacu para anak didik agar timbul keinginan dan kemampuannya untuk meningkatkan prestasi dalam pembelajarannya dan yang dicita-citakan, dan dalam pembelajaran hendaklah bersikap memudahkan dan jangan dipersulit.

Motivasi
Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang, secara disadari atau tidak disadari, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi juga dapat diartikan sebagai usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Seorang guru harus dapat menimbulkan motivasi anak. Motivasi ini sebenarnya banyak digunakan dalam berbagi bidang dan situasi, tetapi dalam uraian ini diarahkan kepada bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran. Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, baik dalam proses maupun pencapaian hasil. Seorang siswa yang memiliki motivasi tinggi, pada umumnya mampu meraih keberhasilan dalam proses maupun output pembelajaran.
Motivasi sebagai suatu proses, mengantarkan murid kepada pengalaman-pengalaman yang memungkinkan mereka dapat belajar. Sebagai proses, motivasi mempunyai fungsi antara lain:
1) Memberi semangat dan mengaktifkan murid agar tetap beminat dan siaga.
2) Memusatkan perhatian anak pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar.
3) Membantu memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang.

Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut :
1) Memberi nilai
2) Memberi hadiah
3) Kompetisi
4) Memberi pujian
5) Memberi hukuman
6) Media pembelajaran

Seorang guru dapat melaksanakan dari berbagai macam bentuk motivasi diatas, dan yang penting diantaranya adalah penggunaan media pembelajaran. Karena media pembelajaran akan memudahkan guru dalam menyampaikan pelajaran dan memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran tersebut. Dengan penggunaan media pembelajaran dapat membangkitkan motivasi belajar dan mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.

Nilai Tarbawi dalam hadits diatas adalah :
1. Pendidik harus mampu memotivasi anak didiknya agar dapat menimbulkan gairah semangat belajar.
2. Pendidik hendaknya dalam memberi materi dari tingkatan yang mudah ke yang sulit.
3. Dalam proses pembelajaran pendidik hendaknya menganalisa kendala-kendala yang melatar belakangi anak didik.
4. Tidak menimbulkan adanya rasa antipati terhadap berbagai hal didalam pembelajaran.
5. Pendidik harus memperhatikan situasi dan kondisi siswa.
6. Pendidik harus memudahkan siswa dalam proses pembelajaran.

KESIMPULAN

Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa pendidik mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Maka pendidik harus bisa menciptakan suatu kondisi yang mampu memotivasi dan memudahkan anak didik dalam proses pembelajaran.
Banyak cara-cara yang bisa ditempuh untuk memotivasi anak didik, diantaranya adalah ; memberi nilai, memberi hadiah, memberi pujian, memberi hukuman, penggunaan media pembelajaran. Pendidik harus mampu memotivasi anak didik dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, agar dapat tercipta suasana yang berdampak pada semangat belajar.
Seorang pendidik juga harus memiliki prinsip memudahkan dan tidak mempersulit anak didik dalam proses pembelajaran, diataranya adalah yang berkaitan dengan materi yang diajarkan dan cara penyampaian materi. Semua itu tidak lain mempunyai tujuan untuk lebih memberikan semangat dalam belajar dan untuk peningkatan prestasi anak didik.


DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Mohammad Asrori, M.Pd, Psikologi Pembelajaran, CV. Wacana Prima, Bandung, Cet. Kedua, 2008

Dr. H. Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Kalam Mulia, Jakarta, 2005

Dr. Zakiyah Darajat, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Bumi Akara, Jakarta, 1995

Prof. Dr. H. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam,, Kalam Mulia, Jakarta, 2002

Drs. Rudi Susilana, M.Si., Media Pembelajaran, Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian, CV. Wacana Prima, Bandung, 2007



3 komentar:

 
Blogger Templates