Pages

Senin, 25 Oktober 2010

MANUSIA DAN CINTA KASIH

A. Cinta Kasih
Kata cinta, selain mengandung unsur perasaan aktif, juga menyatakan tindakan yang aktif. Pengertiannya sama dengan kasih sayang sehingga, kalau seseorang mencintai orang lain, artinya orang tersebut berperasaan kasih sayang atau berperasaan suka terhadap orang lain tersebut. Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakan dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyebah Tuhan dengan ikhlas, mengikut perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.

FILSAFAT EMANASI, JIWA, KENABIAN DAN POLITIK
MENURUT SANG FILOSOF MUSLIM AL-FARABI

PENDAHULUAN

Filsafat sebagai dalam dunia Islam telah membuktikan dirinya sebagai penggerak utama bagi pengetahuan yang kemudian menjadi pondasi bagi peradaban Islam. Filsafat cukup digandrungi oleh sebagian intelektual Islam pada masa dahulu hingga sekarang. Al-Farabi merupakan seorang filosof muslim sebagai penerus tradisi intelektual Al-Kindi, namun dengan kemampuan, kreativitas, kebebasan berpikir dan tingkat sofistikasi yang lebih mendalam lagi. Jika al-Kindi dipandang sebagai seorang filosof Muslim dalam arti kata yang sebenarnya, Al-Farabi disepakati sebagai peletak sesungguhnya dasar piramida studi falsafah dalam Islam.
Al-Farabi dalam dunia intelektual Islam mendapat kehormatan dengan julukan al-Muallim al-Sany (Guru Kedua). Penilaian ini dihubungkan dengan jasanya sebagai penafsir yang baik dari logika Aristoteles. Oemar Amin Hoesin berargumen, seolah-olah Aristoteles dalam dunia filsafat telah usai dan tugas itu diemban Al-Farabi sebagai guru kedua. Al-Farabi berkeyakinan bahwa aliran filsafat yang bermacam-macam itu hakikatnya hanya satu, yaitu sama-sama mencari kebenaran yang satu, karena tujuan filsafat ialah memikirkan kebenaran, sedangkan kebenaran itu hanya satu macam dan serupa pada hakikatnya. Kalaupun berbeda, hanya pada lahirnya. Upayanya ini terealisasi ketika ia mendamaikan pemikiran Aristoteles dengan Plato dalam bukunya yang populer al-Jam’ bain al-Ra’yai al-Hakimain, dan antara filasafat dan agama.
Sebagaimana filosof Yunani, Al-Farabi menguasai berbagai disiplin ilmu. Keadaan ini memungkinkan karena didukung oleh ketekunan dan kerajinanya serta ketajaman otaknya.
Dalam makalah ini membahas pemikiran-pemikiran Al-Farabi tentang teori emanasi, filsafat jiwa, filsafat kenabian dan filsafat politik.


PENDIDIK HARUS MENGUTAMAKAN PRINSIP
MEMOTIVASI DAN MEMUDAHKAN

PENDAHULUAN

Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru merupakan faktor utama dalam pendidikan. Pendidik adalah pembimbing, pengarah yang biasa disebut dengan guru. Berkaitan dengan hal tersebut, maka peran guru sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru atau pendidik memiliki peranan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa serta membantu memecahkan kesulitan siswa terutama dalam kegiatan pembelajaran.
Seorang guru harus mampu memberi motivasi kepada anak didiknya dan alangkah baiknya seorang pendidik memudahkan anak didiknya dalam pembelajaran serta jangan mempersulit. Jika seorang guru mampu memberi motivasi, memudahkan dan tidak mempersulit maka anak didiknya akan merasa senang dan mudah dalam memahami pelajaran.


Arti Budaya, Tarbiyah, Ta’lim, Ta’dib dalam Nabi Adam as.

Budaya
Nabi Adam diberi ilmu oleh Allah SWT dan diajarkan berbagai hal untuk hidup berbudaya. Maka dalam QS Al Baqarah ayat 30 : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." ...... ayat tersebut konteksnya ada pada Adam sebagai manusia “budaya” pertama. Nabi Adam bersama umatnya terus hidup berbudaya berbekal ilmu dari Allah yang disampaikan oleh Malaikat. Nabi Adam as mewariskan budaya kepada keturunannya hingga sekarang, salah satu diantaranya adalah pendidikan.
Pendidikan sebagai pewarisan budaya, tugas pendidikan islam ini sebagai realisasi dari pengertian tarbiyah al-tablig (menyampaikan atau transformasi kebudayaan). Tugas pendidikan selanjutnya adalah mewariskan nilai-nilai kebudayaan islami. Hal ini karena kebudayaan islam akan mati bila nilai-nilai dan norma-normanya tidak berfungsi dan belum sempat diwariskan pada generasi berikutnya.
 
Blogger Templates