DHARWANTO, Bandengan Kota Pekalongan

I preach to you the latest news, and articles of interest.

Pandangan Al Quran terhadap teori Geosentris, Evolusi, Embriologi dan teori Kloning.


a)          Teori Geosentris ;
Paham Geocentris sudah tidak dipakai lagi sekarang ini karena tidak sesuai dengan kenyataan. Sekarang orang lebih suka memakai paham heliocentris yang menyatakan Mahatari sebagai pusat rotasi jagat raya. Tetapi sebenarnya teori heliocentris itu sudah kebablasan karena Matahari ternyata bukan pusat alam semesta tetapi pusat orbit dari planet tatasurya saja. Pertanyannya adalah; apakah ada keterangan al qur'an yang mendukung teori Heliocentris atau Geocentris tersebut?. Kalau diteliti ternyata Al qur'an bersifat netral dalam hal ini, bahkan pada surat al an'aam ayat 96,
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.


Seolah-olah Allah mendukung kedua paham tersebut. Artinya Al Qur'an membenarkan paham Geocentris dan paham Heliocentris karena kedua paham tersebut dapat dimamfaatkan untuk kemasylahatan umat manusia. Al qur'an juga membolehkan kita menggunakan sistim penanggalan berdasarkan sistim Masehi atau sistim Hijriah karena Allah sudah menyediakan bulan dan Matahari sebagai alat untuk perhitungan waktu, Ternyata Al Qur'an lebih luas dan lebih dewasa dalam mengajarkan tentang filsafat sain untuk manusia. Sementara manusia saling menghujat dan saling menyalahkan dalam menganut suatu pendapat sain , bahkan saling menyombongkan diri kalau merasa lebih hebat dengan pengetahuannya. Padahal sain itu adalah ciptaan Allah dan manusia harus selalu mensyukuri nikmat Allah dengan apa yang sudah manusia peroleh dari sain dan teknologi itu. Bahkan Allah menyuruh manusia harus belajar dan mencurahkan seluruh aktifitas hidupnya untuk mencari dan menguji fenomena alam ciptaan Allah sebagaimana yang dicantumkan di dalam surat Ali Imran ayat 190-191.
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.

Seharusnya umat islam harus menjalankan perintah dan ketentuan surat Ali Imran ayat 190-191 diatas, sehingga umat islam tidak harus selalu mengikuti pendapat dan hipotesa tanpa diuji sebelumnya, apalagi hipotesa yang bertentangan dengan keterangan Allah atau tidak mendukung harkat keimanan umat muslim sesuai dengan penjelasan Al Qur'an.
Mengenai teori Heliosentris saja , umat islam masih banyak yang pro dan kontra, sementara Allah sudah memberi petunjuk. Masih banyak umat muslim yang tidak mempecayai bahwa Bumi mengorbit matahari dengan sudut inklinasi 23,5 derajat, padahal di dalam al Qur'an banyak sekali ayat yang menyuruh umat muslim mempelajari tentang bayang-bayang matahari. Sesungguhnya pada surat AL Furqan ayat 45
Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,

dan surat Al Nahl ayat 48,

48. Dan Apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam Keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri?

Jelas-jelas Allah menantang manusia untuk mempelajari fenomena bayang-bayang baik terhadap perubahan ukurannya maupun perobahan arah dan posisinya. Itu semua adalah petunjuk untuk menganalisa-nya dan tentu saja harus cocok dengan bukti ilmiah yang sebenarnya. Demikianlah Allah memberi petunjuk bagi orang-orang yang mau. Allah Maha penyayang kepada semua manusia ciptaanNya.

b)          Teori Evolusi ;
Teori evolusi sangat bertolak belakang dengan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur'an. Di dalam Al-Qur'an tertulis bahwa manusia telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun dan bukan berasal dari kera. Manusia diciptakan oleh Allah SWT berasal hari tanah. Hal tersebut tercantum dalam QS. al-Mu`minun ayat 12-14 dan QS. Al Hijr ayat 26.
c)          Teori Embriologi ;
Al Quran menguatkan teori Embriologi, Dalam surat al-Mu`minun ayat 12-14, dinyatakan bahwa manusia diciptakan dari sari pati tanah, yaitu sperma dan ovum, lalu menjadi zigot yang ditempatkan di tempat yang kokoh. Berproses lagi menjadi embrio, fetus, dan janin. Sebagai bukti konkret terhadap janin bahwa selama embrio berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal tersebut sesuai dengan QS. Az zumar ayat 6 ;
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)...............

d)          Teori Kloning ;
 Kloning dapat dilakukan terhadap semua makhluk hidup tumbuhan,hewandan manusia. Pada tumbuhan kloning dapat dilakukan dengan teknik okulasi, sedangkan pada hewan dan manusia, ada beberapa teknik-teknik yang dapat dilakukan, kloning ini dapat berupa kloning embrio dan kloning hewan atau manusia itu sendiri.
Kloning terhadap hewan atau tumbuhan jika memiliki daya guna bagi kehidupan manusia maka hukumnya mubah/boleh , sedangkan berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan beberapa ulama' dapat di ketahui mafsadat dari kloning lebih banyak daripada maslahatnya. oleh karena itu, praktek kloning manusia bertentangan dengan hukum islam dengan demikian kloning manusia dalam islam hukumnya haram. Dalil-dalil keharaman. : Q.S. An-Najm:45-46, Q.S. Al-Qiyamah:37-38, Q.S.Al-Hujurat:13, Q.S.Al-Ahzab:5, Q.S.Al-Israa':70, Q.S.At-tiin:4.

0 komentar:

Poskan Komentar

I Love Indonesia

Independent Blogger :

Memberikan informasi tanpa memihak, independen, dan non partisan

Klik Logo "go to STAIN Pekalongan"

Mario Teguh


Syekh Abdul Ghofur Puton

Syekh Abdullah Sawangan

Syekh Taufiqurrahman Abildanwa

Dharwanto Bandengan

Anda Pengunjung ke:


Selamatkan Bumi kita